Pada Akhirnya Bukan Persoalan Mana Benar Dan Salah Tapi Baik Dan Buruk

Pada Akhirnya Bukan Persoalan Mana Benar Dan Salah Tapi Baik Dan Buruk

Jika ada satu peristiwa terjadi, misalnya kebakaran hutan. Dan ada lima orang yang melihat itu. Pendapat dan sudut pandang mereka belum tentu sama. Padahal hal yang dilihatnya sama. Ada yang berpikir, apa penyebabnya, ada yang berpikir nasib hutan itu setelahnya bagaimana, ada yang berpikir bagaimana dengan binatang-binatang yang ada di dalamnya jika rumah mereka terbakar, ada juga yang berpikir bagaimana cara memadamkan apinya.

Pada Akhirnya Bukan Persoalan Mana Benar Dan Salah Tapi Baik Dan Buruk

Sehingga dari situ kita bisa lihat, dari satu peristiwa atau kejadian, bisa lahirkan banyak sudut pandang yang berbeda. Sehingga orang-orang akan sering berbeda pendapat. Berbeda pemikiran. Dan itu tidak bisa dibilang mana yang benar dan mana yang salah. Karena pada akhirnya, bukan permasalahan mana yang benar dan salah. Karena jika kita menggunakan ungkapan benar dan salah, itu akan bersifat wajib, harus dilakukan, dan hasilnya valid. Tapi gunakan ungkapan baik dan benar. Semakin lama kita tumbuh dewasa kita akan belajar banyak hal. Banyak pola pikir yang kita temui.

Sehingga dari yang benar salah, makin lama akan tergantikan dengan baik dan buruk. Karena banyak hal benar, tapi disalahkah. Dan hal yang salah, dianggap benar. Daripada mempeributkan mana yang benar. Sebaiknya kembali pada sifat kemanusiaan. Baik dan buruk. Sehingga akan muncul perspektif soal tidak selamanya hal yang buruk itu salah dan benar. Begitupun sebaliknya. Karena ini soal sudut pandang. Setiap orang memiliki pemikiran yang beda-beda. Mulailah dengan memilah mana yang baik dan buruk, anda akan bersikap yang mana. Jika baik, dampaknya apa, jika buruk dampaknya apa. Begitupun dengan menilai.

Anda bisa menilai satu cerita dengan beberapa hasil akhir. Jadi tidak hanya satu. Dulu orang terlalu kaku, sehingga berpikir satu cerita, ya kesimpulannya satu. Tapi sebenarnya bisa menciptakan banyak kesimpulan. Tergantung dari bagaimana kita melihat dan menilainya. Apa prioritasnya. Jadi jika ada orang lain yang berbeda pendapat dengan anda, ya jangan marah. Tapi belajar, belajar terima, belajar dari perbedaan itu.

Bagaimana Cara Untuk Bertindak Agar Tidak Menjadi Korban Kejahatan

Anak-anak adalah objek yang sangat mudah untuk menjadi korban dari kejahatan. Kejahatan apa saja. Dari pemerkosaan, penculikan, kekerasan, dan banyak lainnya. Karena anak masih polos, mudah di ajak dan tidak perlu effort lebih untuk menculik anak. Mengendalikannya mudah. Dan secara tenaga otomatis, akan kalah dengan orang dewasa. Sehingga penting sekali untuk orang tua terus mengawasi anak-anak anda dimanapun kapanpun. Dan alangkah lebih baik mengajarkan anak untuk membela diri.

Bagaimana Cara Untuk Bertindak Agar Tidak Menjadi Korban Kejahatan

Karena anak-anak dan wanita adalah objek yang paling mudah untuk menjadi korban kejahatan. Kami sangat merekomendasikan untuk selalu berhati-hati, dan berjaga-jaga. Meskipun anda sudah rasanya sudah di lingkungan yang aman. Karena tindak kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Dan tidak bisa kita prediksi. Dan siapa saja bisa menjadi korban dari tindak kejahatan. Untuk langkah pertama, anda bisa belajar bela diri. Entah karate, boxing, dan lain-lain.

Ini selain bagus untuk kesehatan mu, ini juga sangat berguna untuk anda gunakan dalam menjaga diri saat anda sedang berpergian sendiri. Setidaknya saat sesuatu hal buruk terjadi anda dapat segera tahu harus berbuat apa untuk menjaga diri anda. Bukan malah pasrah pada keadaan. Dan jika pada anak, anda bisa ajarkan untuk bagaimana harus bertindak saat ada orang asing yang mendekatinya. Jika seseorang yang tidak dikenal memberikanmu sesuatu, makanan atau minuman, jangan terima. Bisa saja itu telah diracuni, atau orang tersebut telah memasukkan sesuatu di dalamnya.

Sehingga selalu menolak. Tidak apa-apa jika bilang orang tua ajarkan tidak boleh menirima sembarangan dari orang lain. Atau dari orang yang tidak dikenal. Dan jika ada orang dewasa yang tidak dikenali tiba-tiba meminta tolong kepada anak-anak, pada dasarnya, anak-anak yang polos akan mau membantu. tapi ajarkan mereka untuk tidak. Bukan karena tidak baik membantu orang, tapi secara logika, tidak mungkin orang tua meminta bantuan pada anak kecil. JIka mereka membutuhkan bantuan, cari orang dewasa lainnya untuk membantu. Bukan meminta tolong pada anak kecil.

Penting Untuk Seorang Pemimpin Memiliki Kharisma Di Dirinya

Untuk anda yang berambisi menjadi seorang pemimpin. Mulai lah dari sekarang melatih diri anda untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang baik dan akan dikenang oleh banyak orang adalah pemimpin yang bijaksana. Pemimpin yang dapat memberikan kemajuan dan perubahan akan apa yang dia pimpin. Baik pemimpin, guru, pelatih, mentor, apa pun itu. Dan cara paling baik menjadi seorang pemimpin adalah melewati proses.

Penting Untuk Seorang Pemimpin Memiliki Kharisma, Tidak Semua Pemimpin Berkharisma

Dasar yang perlu diketahui untuk menjadi seorang pemimpin adalah, seorang pemimpin harus bisa melakukan job desk nya, dan bertanggung jawab akan itu. Dan anda sebagai pemimpin, tidak hanya fokus pada kerjaan anda. Tapi membimbing dan mengarahkan bawahan anda untuk melakukan pekerjaan mereka. Seorang pemimpin yang baik, bisa menjadi role model untuk semua karyawannya. Sehingga penting untuk seorang pemimpin, menjaga dan mengatur pola pikir, ucapan, dan sikap. Attitude dan manner sangat penting. Sehingga anda akan merasakan seorang pemimpin akan memiliki sebuah kharisma.

Dan tidak semua pemimpin berkharisma. Saat ada pemimpin yang berkharisma, orang sekitarnya pun akan respect dan segan padanya, pada orangnya dan sikapnya, itulah kharisma. Tapi jika orang menghormatimu dan segan padamu hanya karena anda memiliki jabatan sebagai pemimpin, bukan karena kharisma anda, maka cobalah untuk intropeksi diri. Orang segan pada anda karena orangnya, bukan karena takut karena anda memiliki jabatan tinggi dan memiliki wewenang yang lebih. Karena jika anda hanya disegani karena posisi anda, maka saat di luar perkantoran, di luar ranah pekerjaan, anda tidak akan dihormati oleh karyawan anda.

Tapi jika anda memiliki kharisma, maka, baik di lingkungan pekerjaan, atau di luar pekerjaan, saat berpapasan dengan karyawan anda, mereka pun akan segan dan hormat pada anda. Itulah yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Jika ditanya bagaimana cara membuat diri berkharisma, jawabannya adalah kontrol ucapan dan sikap anda. Jadi orang yang beretika, sopan. Tidak hanya pada orang sebaya anda, tapi juga yang lebih mudah atau jabatannya di bawah anda juga harus anda perlakukan sama. Itulah cara untuk membentuk kharisma seseorang.

Banyak Cara Untuk Menjadi Seorang Pemimpin Dari Proses Sampai Dengan Cara Instant

Banyak orang ingin menjadi seorang pemimpin. Sehingga mereka bersikeras untuk melakukan apapun untuk bisa menjadi seorang pemimpin. Sangat berambisi menjadi seorang pemimpin. Ini bagus. Tapi selama anda menggunakan cara yang benar dan tepat. Karena saat di dunia kerja, apalagi menjadi seorang pemimpin, itu adalah hal kompetitif. Sehingga anda harus bersikap rasional dan profesional. Berambisi boleh, bekerja keras melakukan yang terbaik, dan mengasah skill anda. Tapi jangan karena ambisi anda, anda malah menjatuhkan orang lain untuk bisa di angkat.

Banyak Cara Untuk Menjadi Seorang Pemimpin Dari Proses Sampai Dengan Cara Instant

Pemimpin yang baik, akan berlomba secara suportif. Tidak menjatuhkan orang lain untuk dia bisa di angkat. Tapi bersaing secara profesional. Tunjukkan skill dan seluruh kemampuan yang sudah anda pelajari. Sehingga akan dinilai dari hasil. Itulah cara pemimpin yang baik mendapatkan posisi atau jabatannya. Tidak ada yang instant. Jika anda menjadi pemimpin hanya karena link, kenal orang dalam, atau menjatuhkan saingan mu untuk anda bisa diangkat, bersiaplah untuk menerima konsekuensinya. Untuk menjadi pemimpin, dibutuhkan mental yang kuat. Dan anda memiliki tanggung jawab yang besar.

Jika anda tidak mengikuti proses untuk menjadi pemimpin, dan secara instant menjadi pemimpin, mental anda tidak terasah untuk sebagai pemimpin, sehingga saat menjalankan tugas sebagai pemimpin, akan ada perasaan tertekan dan itu yang membuat stres. Sepenting itulah proses. Dan jika anda menjadi pemimpin hanya karena kenal orang dalam, atau hal seperti itu. Bersiaplah untuk dinilai oleh banyak orang. Karena orang akan menagih kemampuan anda.

Jika anda tidak memiliki kemampuan sebagai pemimpin, tapi ingin menjadi pemimpin, bersiap lah untuk menerima banyak kritikan buruk dan sikap yang tidak baik dari rekan kerja atau bawahan. Karena saat seseorang yang menjabatani sesuatu posisi dan tidak memiliki keahlian tersebut atau kemampuan, maka orang pun akan merasa kesal dan marah. Karena hanya menghambat pekerjaan. Dan masih banyak orang yang bisa menempati posisi tersebut. Jadi anda ingin menjadi pemimpin dengan cara yang mana? Dan apakah anda sudah memiliki skill sebagai seorang pemimpin?

Mari Melihat Sisi Positif Dan Dampak Baik Dari Pandemi Covid-19 

Sebentar lagi kita akan masuk tahun ke 2 memerangi keadaan pandemi covid-19 ini. Banyak yang sudah terjadi, dan kita lewati. Jika dipikir tidak terasa sudah hampir 2 tahun. Banyak duka yang kita rasakan, tidak hanya di Indonesia bahkan seluruh dunia. Dan banyak sekali pikiran was-was yang kita alami. Dan rasa khawatir yang terus menghantui kita saat ingin berpergian. Karena virus covid yang semakin mengganas.

Mari Melihat Sisi Positif Dan Dampak Baik Dari Pandemi Covid-19

Banyak sekali yang sudah kehilangan anggota keluarga, teman, sahabat, pacar akibat covid ini. Sehingga banyak sekali perasaan yang campur aduk, dari sedih, kecewa, marah yang tidak jelas arah tujuannya. Dan pikiran yang hanya bertanya-tanya sampai kapan kita akan hidup berdampingan dengan virus yang mematikan ini. Dari sekian rasa marah, kesal dan sedih yang di akibatkan dari covid-19 ini, kita bisa mengambil poin-poin positif darinya. Karena tidak semua kejadian yang terjadi hanya memberikan dampak buruk.

Jika kita membuka lagi sudut pandang kita. Lebih bijak dalam menilai dan melihat satu peristiwa, kita akan melihat ada sisi positi darinya. Kita belajar lebih aware akan kesehatan, kebersihan. Semakin tidak memandang remeh akan apa yang terjadi. Karena dari menyepelekan hal kecil, dari menyepelekan kebersihan dan protokol kesehatan, dapat memberikan dampak besar. Dapat merenggut orang yang kita sayangi. Sehingga membuat kita semakin bijak untuk melangkah atau melakukan sesuatu. Semakin membuat kita berpikir panjang.

Karena dari satu hal yang disepelekan, kerugian yang diterima, tidak hanya di dirimu tapi berdampak juga pada yang lain. Jadi jika kita tidak peduli dengan diri sendiri, akan keselamatan jiwa diri sendiri. Setidaknya jangan membahayakan jiwa orang lain, yang berusaha untuk bertahan hidup. Sisikan pikiran egois dan keras kepala kita di masa ini. Karena apa yang terjadi, tidak dapat kita ulangi dan putar kembali waktu. Jangan karena keras kepala kita, membuat penyesalan yang dalam serta rasa duka yang tidak hanya anda tapi juga di orang lain. Jadi sangat diperlukan kerja sama yang baik dengan semua orang untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

Kebanyakan Korban Pelecehan Seksual Di Gereja Adalah Anak Laki-Laki

Sebuah laporan dari Prancis pada hari Selasa mengungkapkan bahwa pendeta Prancis di Gereja Katolik Roma telah melakukan pelecehan seksual pada anak-anak. Penyelidikan menemukan bahwa sebagian besar korban adalah anak laki-laki. Ketika saya membaca berita itu, hati saya tenggelam dalam kesedihan.

Kebanyakan Korban Pelecehan Seksual Di Gereja Adalah Anak Laki-Laki

Sebagai laki-laki yang selamat dari pelecehan seksual terhadap anak, saya dapat membayangkan baik trauma dari pelecehan dan rasa sakit yang dialami oleh banyak penyintas selama beberapa dekade. Pelecehan seksual anak adalah pengkhianatan yang mengerikan bagi semua orang yang mengalaminya, tetapi sangat sulit bagi laki-laki untuk mendiskusikan dan menyembuhkannya karena stigma sosial yang mendalam yang bertahan di sekitar laki-laki yang mengungkapkan pelecehan dan mencari bantuan, profesional atau sebaliknya.

Saya merasakan empati yang mendalam bagi para penyintas di Prancis, yang banyak di antaranya dianiaya dari usia di bawah 10 tahu hingga usia remaja. Saya juga dilecehkan selama bertahun-tahun yang sama, tetapi saya tidak pernah memberi tahu orang lain tentang hal itu sampai saya berbalik.

Pengalaman saya cukup umum. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak sering merasa bersalah atau bertanggung jawab atas pelecehan atau ditekan untuk tetap diam oleh pelaku atau tidak memiliki kemampuan emosional atau perkembangan untuk mengartikulasikan apa yang terjadi pada mereka. Usia rata-rata pengungkapan pelecehan seksual anak, atau CSA, adalah statistik yang menyedihkan tetapi tidak mengejutkan.

Penelitian dari Scott Easton, seorang profesor di departemen kesehatan mental di Sekolah Pekerjaan Sosial Boston College, menemukan bahwa dibutuhkan, sebelum penyintas CSA memberi tahu seseorang tentang pengalaman mereka, dan semakin lama penundaan sebelum pengungkapan, semakin serius gejalanya” dari pelecehan di kemudian hari.

Untuk pria, waktu itu bahkan lebih lama. “Laki-laki yang selamat biasanya tidak mengungkapkan sejarah pelecehan dan penyerangan seksual mereka selama bertahun-tahun,” Joan Cook, seorang profesor psikiatri di Yale School of Medicine, dan Amy Ellis, asisten profesor dan direktur Program Resolusi & Integrasi Trauma di Nova Southeastern University, telah menulis. “Mereka mungkin menyangkal, meminimalkan, atau gagal melihat hubungan antara pelecehan seksual dan kesulitan kesehatan mental berikutnya. Kadang-kadang mereka memisahkan diri dan tidak sepenuhnya mencatat atau mengingat apa yang terjadi.”

Sekali-Sekali DIbutuhkan Sikap Tegas Agar Orang Tidak Semenah-Menah Kepada Anda

Anda mungkin pernah terjebak di perasaan tidak enak. Kadang merasa tidak enak karena takut menyakiti perasaan orang tersebut. Tidak enak karena orang tersebut sudah sangat baik kepada anda. Tidak enak jika anda akan membuat keadaan menjadi awkward atau tidak enak jika anda akan merusak suasana. Tapi kebanyakan rasa tidak enak itu malah membuat diri anda tersiksa dan membuat anda menjadi tertekan dalam melakukan suatu hal.

Sekali-Sekali DIbutuhkan Sikap Tegas Agar Orang Tidak Semenah-Menah Kepada Anda

Ada kalanya kita perlu melakukan sesuatu yang kita rasanya harus. Kadang perlu untuk ada perasaan enak bukan tidak enak. Latihlah untuk menghilangkan perasaan tidak enak, takut, dan lain sebagainya. Karena saat anda merasa tidak enak, berarti anda sedang dalam mementingkan perasaan orang lain dibanding perasaan anda. Tapi sadarkah anda, dibalik anda merasa tidak enak, dibalik anda mementingkan perasaan anda, kadang orang tersebut malah tidak memikirkan perasaan anda sama sekali.

Sehingga it’s okey jika anda harus menjadi tega kadang-kadang. Jangan terlalu memikirkan perasaan orang lain, dan malah mengorbankan perasaanmu. Sekali-sekali mungkin okey. Sekali-sekali saat memang dibutuhkan itu tidak apa untuk dilakukan. Tapi jika hal ini terlalu sering terjadi, Ini juga tidak baik terutama bagi dirimu. Karena saat anda mulai terbiasa dengan perasaan tidak enak dan malah mengorbankan perasaanmu. Orang mungkin pertama akan merasa senang dan berterima kasih, karena anda mengalah, atau memberikannya kesempatan.

Bagi orang yang memiliki kepekaan dan rasa tahu diri, mungkin mereka bisa menghargai itu, dan akan membalas sika baik anda. Tapi bagi beberapa orang, bahkan banyak orang, malah akan menjadi keenakkan dan malah akan semenah-menah menggunakan kebaikan anda itu. Dan akan berpikir, oh anda kok, pasti anda tidak akan keberetan. Tanpa harus mengkonfirmasi pada anda dahulu. Orang yang tidak tahu diri, bisa kehilangan sopan santun dan rasa segan kepada anda. Maka dari itu penting untuk tegas sewaktu-waktu untuk memberikan atau menjadikannya sebagai pengingat kepada orang lain untuk terus sopan dan memiliki rasa hormat kepada anda. Ini berlaku juga di hubungan persahabatan ya.

Mengubah Bad Habbit Demi Menjaga Kualitas Hubungan Anda

Dalam bersosialisasi, meskipun dikatakan berteman dekat, alangkah baiknya tetap menjaga tutur kata dan attitude anda. Karena kebiasaan kita sebagai manusia, saat sudah merasa nyaman di satu tempat atau satu kelompok atau pada orang tertentu. Mereka terkadang suka lepas kendali, sehingga berbuat semenah-menah. Karena saking nyamannya. Tanpa kita sadari, kadang sudah menyakiti atau menyinggung perasaan mereka, tapi mereka tidak mengutarakannya. Jangan karena sikap kita seperti ini membuat orang perlahan pergi meninggalkan kita.

Mengubah Bad Habbit Demi Menjaga Kualitas Hubungan Anda

Sehingga mau sedekat apa pun, sebaik apa pun hubungan anda dengan orang, tetaplah terus menjaga sikap dan tutur kata. Jadilah bijak dalam melangkah. Jaga kualitas hubungan anda dan orang tersebut. Sisihkan perasaan ego mu. Ini baik di keluarga, hubungan pacaran, atau lingkup persahabatan. Meskipun kalaian bilang mereka sudah mengerti kok kita orangnya gimana, atau mereka sudah paham saya sifatnya begini, begitu. Jadi mereka sudah makhlumi. Jangan berpatokan dengan pikiran seperti ini. Jangan karena mereka sudah tahu anda bagaimana atau makhlumi sifat anda seperti apa, dan anda tetap nyaman dengan bad habbit itu.

Jangan menunggu, seseorang pergi dan meninggalkan anda karena tidak tahan akan sifat anda seperti itu. Hati orang dan pikiran orang kita tidak dapat tahu. Perubahan bisa terjadi kapan saja. Bisa jadi sekarang mereka memakhlumi dan sewaktu-waktu itu bisa berubah. Jadi jangan tunggu sampai moment itu tiba baru lah anda menyesal dan memperbaiki sikap. Usahakan sedari anda sadar akan kekurangan anda, perlahan mulai ubah. Memang suatu kebiasaan akan sulit sekali diubah.

Selama anda ada niat dan usaha, tidak ada yang tidak mungkin. Butuh usaha keras untuk menghilangkan kebiasaan seperti itu. Karena untuk mendapatkan hal yang baik anda juga harus mengorbankan sesuatu yang setimpal bukan. Sehingga orang mengatakan usaha tidak akan menghianati hasil. Selama niat anda baik, Tuhan pasti akan berikan jalan dan kemudahan tanpa kita sadari. Jadi teruslah menjadi baik, dan berbuat baik.

Memendam Masalah Tidak Akan Membuat Masalah Terselesaikan

Saat anda memiliki suatu permasalahan. Saat anda memiliki satu pergumulan, biasanya apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan memendamnya atau membagi pada teman atau sahabat atau bahkan pacar. Semua orang pasti memiliki cara yang berbeda-beda. Tapi yang jelas saat anda memiliki masalah, jangan pernah anda memendamnya sendiri. Dengan keyakinan anda bisa menyelesaikannya dengan cara anda sendiri, Dengan pikiran anda. Karena ini adalah awal dari bentuk stres atau bahkan depresi.

Memendam Masalah Sendiri Tidak Akan Membuat Masalah Tersebut Terselesaikan

Banyak orang yang rasanya sangat batu soal masalah. Ada berbagai macam orang yang tidak ingin masalahnya diketahui oleh orang lain. Dengan berbagai alasan. Ada yang karena tidak ingin membuat orang khawatir, tidak mau merepotkan, atau memiliki keyakinan yang besar, memiliki optimis bahwa dia akan bisa menyelesaikannya sendiri. Memang bagus jika kita bisa menyelesaikan masalah kita sendiri. Tapi lepas dari itu semua, kadang kita juga butuh loh masukkan orang lain atau bantuan orang lain untuk itu.

Karena saat kita sudah terlalu banyak yang kita tumpuk, kadang kita tidak bisa berpikir jernih, Sehingga saat kita pandang masalah kita, kita hanya bisa melihat dari sudut pandang kita saja. Sedangkan penting juga untuk melihat dari sudut pandang orang lain. Jadi penting untuk memiliki teman untuk mengeluarkan segala kepenuhan pikiranmu. Sehingga anda bisa mendapatkan pandangan baru, masukkan baru, yang itulah ternyata yang anda butuhkan. Karena tidak selamanya cara yang kita lakukan selalu bisa berhasil atau membantu.

Jadi jangan segan untuk meminta pertolongan orang lain saat anda membutuhkannya. Saat anda meminta tolong, bukan berarti anda lemah, atau bodoh, malah ini adalah satu langkah yang bijak dan tepat, dimana anda sudah tahu limit anda. Sehingga anda membutuhkan pertolongan. Jangan malu untuk meminta tolong. Jangan takut untuk terlihat lemah. Karena semua orang pun punya sisi lemahnya. Jadi semua kembali lagi pada bagaimana anda mengolah masalah dan pikiran anda. Karena jika itu hanya ditahan sendiri olehmu, itu tidak akan terselesaikan. Pun terselesaikan itu membutuhkan waktu lama.

Belajar Dari Masalah Orang Agar Tidak Salah Melangkah Kedepan

Setiap orang memiliki standar sakit yang berbeda. Ada yang baru di sentil sedikit rasanya sudah sakit sekali, ada yang sudah di hantam puluhan kali, masih bisa berdiri lagi. Semua itu tergantung dari apa yang sudah dilalui orang. Ada yang jalannya selalu dimudahkan, sehingga hanya menerima sedikit sekali permasalahan selama hidupnya. Ada juga yang dari kecil sudah merasakan batu-batu kerikil di jalan hidupnya.

Belajar Dari Masalah Orang Agar Tidak Salah Melangkah Kedepan

Sehingga wajar jika rasa sakit setiap orang berbeda. Dan penting untuk kita untuk tidak saling meremehkan apa yang dirasakan setiap orang. Karena untuk bisa bertahan sejauh ini membutuhkan usaha yang besar. Ingat Tuhan selalu memberikan masalah, cobaan yang tidak akan lewat dari batas kita. Jika Tuhan memberikan sesuatu masalah yang besar, berarti Tuhan tahu, kita bisa melewatinya. Walaupun harus mengeluarkan effort yang sangat besar. Tapi anda harus bersyukur akan itu, karena tidak semua orang diberikan kesempatan untuk merasakannya.

Mungkin lewat anda, anda dapat memjadi berkat dan motivator buat orang lain, karena segala macam rintangan yang sudah anda lalui. Sehingga mencegah orang melakukan kesalahan dan bisa menjadikan orang-orang semakin bijak dalam bertindak. Pasti akan ada rencanan Tuhan akan dibalik segala macam permasalahan yang kita lewati. Dan orang-orang itu ada beberapa tipe. Ada orang yang mengalami sejumlah masalah tapi, dia memendamnya. Entah masalah itu sudah terselesaikan atau belum. Ada juga orang tanpa ragu membagi masalah mereka. Membagi bukan dengan membawa orang lain ke dalam masalah mereka.

Tapi membagi dalam artian, memberikan pengetahuan mengenai kehidupan. Memberikan sudut pandang baru kepada orang lain. Sehingga saat seseorang mendpatkan masalah serupa, ia bisa memiliki pandangan baru untuk mengatasi masalahnya. Banyak orang yang berpendapat seseorang yang dengan mudah menceritakan masalahnya adalah orang lemah atau ingin diperhatikan. Mungkin ada sebagian orang memang ingin diperhatikan. Tapi ada juga yang melakukan itu dengan alasan ingin orang lain belajar dari masa lalunya, dari masalahnya, agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Karena jika anda berbuat a, maka risiko nya akan seperti apa. Jadilah netizen yang baik dan bijak.