Semakin Dewasa Dan Berpikir Panjang Sebelum Mengeluarkan Suatu Statement

Semakin Dewasa Dan Berpikir Panjang Sebelum Mengeluarkan Suatu Statement

Banyak orang yang beranggapan, orang yang tatoan, pasti hidupnya nakal, urak-urakan. Pasti dia narkoba, pemabuk, pokoknya semua yang bersifat negatif. Dan melihat orang yang merokok orang banyak yang menilai oh dia pasti juga narkoba dan minum-minum alkohol. Padahal tidak selamanya begitu. Bahkan ada orang tatoan yang tidak merokok, tidak minum alkohol dan tidak narkoba. Dan begitupun sebaliknya. Dan orang yang berteman dengan narapidana sekalipun, bukan berarti mereka juga narapidana kan.

Semakin Dewasa Dan Berpikir Panjang Sebelum Mengeluarkan Suatu Statement Atau Pernyataan

Banyak cara pikir orang, netizen yang harus diubah. Jangan berpikir pendek, dan cepat mengambil kesimpulan. Apalagi kesimpulan tersebut langsung di arahkan pada satu kelompok masyarakat. Itu adalah pemikiran orang bodoh. Tidak ada bukti yang mendukung, dan bersikeras dan menjadi provokator sehingga menggiring banyak orang pada opini yang salah. Dan saat ditangkap atau diadili hanya berkata, saya cuman dengar dari orang. Atau saya tidak tahu apa-apa, atau saya khilaf. Dan berharap setelah itu anda di bebaskan. Sebelum anda mengeluarkan pendapat, pernyataan yang kontroversi, yang berbahaya dan sensisitf.

Yang mengarah pada satu orang, atau satu kelompok. Anda harus pikirkan lagi, pikir matang-matang. Apa ada bukti yang mengarahkan yang bisa bisa mendukung perkataan anda itu? apakah ada pengakuan dari orang itu akan pernyataan yang akan anda berikan. Apa dasar anda berpikir dan mengatakan hal itu? Pikir lagi. Pikir baik-baik. Pikir panjang. Jika anda mengatakan itu, apakah anda bisa memikirkan apa yang dirasakan orang tersebut? kelompok tersebut, yang mendapatkan tuduhan pernyataan yang tidak jelas sumbernya.

Anda tidak pernah tahu efek dari ucapan anda akan berakibatkan apa. Entah dia menjadi stres, menjadi tertekan. Dia di bully dan di tolak di banyak tempat. Karir dan pandangan tentang dia menjadi hancur. Apakah anda pernah berpikir sampai disana. Bukan masalah ah mental nya kurang. Bukan soal itu. Tapi soal menerima social punishment yang harusnya dia tidak mengalami itu. Anda sama saja menggiring orang pada kematian. Kematian karakter. Dan itu tidak berbeda dengan membunuh nyawa orang.