Mengekspresikan Emosi Adalah Hal Baik Tapi Dengan Kontrol

Mengekspresikan Emosi Adalah Hal Baik Tapi Dengan Kontrol

Perasaan marah adalah sesuatu yang alami, dan wajar. Semua orang memiliki perasaan marah, dan bahkan pernah marah. Dan setiap orang memiliki cara berbeda-beda untuk mengekspresikan atau mengeluarkan rasa marah itu. Ada yang berteriak-teriak, ada yang melempar barang, ada yang menyakiti diri sendiri, ada yang memukul orang yang membuatnya marah, ada yang diam menahan marah sampai wajahnya memerah dan pergi. Banyak cara, dan baik juga mengeluarkan rasa marah. Semua emosi yang ada sebaiknya kita keluarkan. Karena menahan emosi, baik marah, kecewa, sedih, dan sampai menumpuk-numpuk, itu bisa membuat stres dan depresi.

Mengekspresikan Emosi Dengan Kontrol

Perasaan marah, sedih, kecewa, apapun itu, sebaiknya dikeluarkan, diungkapkan. Jangan disimpan. Karena saat anda menyimpannya, dan itu menjadi tertumpuk, anda bisa meledak di satu waktu, dan itu malah anda akan lepas kendali. Dan itu bisa membuat anda depresi dan bisa memancing beberapa mental illness. Dan melepaskan emosi, mengeluarkan emosi itu baik, bukan berarti anda setiap emosi dikeluarkan, dan menjadikan anda gampang emosian.

Itu adalah hal berbeda. Mengeluarkan emosi, tapi dengan terkontrol. Anda juga harus menyeimbangi dengan mengontrol rasa marah kalian, rasa kecewa dan sedih kalian. Lebih mengontrol dan memilah, mana yang bisa anda resapi dan menjadikannya sebuah kesedihan atau mana yang tidak perlu anda ambil hati. Sehingga tidak akan membuat anda menjadi sensitive. Yang disenggol sedikit marah, senggol sedikit sensi. Ini juga tidak baik, dan dapat membuat anda kesulitan dalam lingkungan.

Kontrol diri ini yang bisa melakukannya adalah diri anda sendiri. Orang lain tidak ada kendali dalam mengontrol itu. Meskipun psikolog atau psikiater sekalipun. Membantu memandu anda mengontrolnya mungkin iya, tapi yang memegang kendali penuh itu adalah anda. Jadi saat anda tidak mau dan tidak ingin, meskipun anda sering mendengar hal positive, motivasi, nasehat dari psikolog, itu tidak akan ada artinya. Karena anda sendiri tidak mau. Dan mengontrol diri juga tidak instan, butuh konsistensi dalam melatih itu.